“Bali diguncang gempa barusan..semoga baik-baik saja ya #pray for Bali”
-salah satu bunyi status seorang teman di salah satu sosial media pada Kamis, 13 Oktober 2011 pukul 10.45 WIB, beberapa saat setelah gempa itu terjadi-
Bunyi status yang tertulis di atas dan senada dengan itu sering kali kita baca dalam sosial media, lalu secara naluriah kita pun akan memeprtanyakan kebenaran berita tersebut sehingga kemudian akan berusaha mencari informasi kebenaran berita tersebut baik melalui kerabat yang kemungkinan berada di Bali atau melalui portal-portal berita yang memang menyajikan berita secara aktual setiap detik (seperti yang dijanjikan oleh salah satu portal berita internet, detik.com). Setelah kebenaran atau secercah informasi berita kita dapat, untuk selanjutnya dapat ditebak kita pun akan meneruskan status tersebut mungkin dengan ditambah data yang lebih konkrit, misalnya “gempa Bali berkekuatan 6,8 SR” ataupun sekedar mengungkapkan rasa simpati atas peristiwa yang terjadi.