oleh Lukman Hakim Husna
Ia duduk di sana beberapa saat sebelum peristiwa itu. Terpacak di depan kotak gelas berukuran empat belas inchi, di sebuah warung internet di seputaran kota Solo, ia terlihat gusar. Layar monitor di hadapannya menyuguhkan rerupa menu maya. Konon, sebelum detik yang telah ditentukan, ia sempat membuka beberapa alamat web. Diantaranya laman balapan motor dan –tentu saja– sebuah situs keagamaan tertentu yang diduga telah menyuguhkan suntikan-suntikan ideologis; sentimen yang membabi buta terhadap apa yang mereka sebut sebagai kafir.
Tampilkan postingan dengan label netizen yang bertanggungjawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label netizen yang bertanggungjawab. Tampilkan semua postingan
Netizen Santun, Cermin Bangsa yang Berpendidikan
oleh Pramudya Arif Dwijanarko
Kalau diperhatikan kini semakin banyak pengguna internet di Indonesia yang berusia muda. Mereka masih dalam tahap mengenal internet. Belum terlalu kenal etika berperilaku di internet. Mereka juga tidak tahu bahaya yang menanti mereka di internet. Mereka dengan gampang mem-blast pesan melalui BBM, YM, Facebook, milis, tanpa mengkonfirmasi keaslian sumber berita. Hal-hal seperti ini yang juga dikhawatirkan para ibu dengan anak mereka. Si Ibu sendiri mungkin tidak terlalu paham akan dunia internet, apalagi bila si Ibu adalah seorang perempuan aktif yang bekerja pula, sehingga agak sulit mengawasi aktivitas si anak dengan internet.
Situs Jejaring Sosial: Tong Sampah Keluh Kesah
oleh Raymon Tulus Yohannes
Hal apa yang paling menyebalkan ketika sedang menjelajah situs jejaring sosial? Bagi saya adalah ketika mendapati isinya penuh dengan ratapan atau maki-makian dari teman atau orang yang saya follow. Padahal kemarahan atau ratapan itu tidak ditujukan pada saya, tapi serta merta saya menggeser layar ke bawah lalu mengabaikannya. Bukannya saya tidak setia kawan namun saya rasa akan ada konsekuensi sendiri nanti bila saya ikut campur terlalu banyak dalam urusan yang seharusnya diselesaikan sendiri oleh teman-teman virtual saya itu.
Langganan:
Postingan (Atom)